Berita  

Situasi keamanan nasional dan upaya pencegahan terorisme

Benteng Pertahanan Nasional: Mengukuhkan Dinding Pencegahan Terorisme

Keamanan nasional adalah pilar utama kedaulatan dan kesejahteraan sebuah bangsa. Di tengah dinamika global yang kompleks, ancaman terorisme tetap menjadi tantangan serius yang menuntut kewaspadaan dan strategi adaptif. Kelompok teroris terus berupaya menyebarkan ideologi radikalnya, memanfaatkan celah sosial, ekonomi, bahkan teknologi digital untuk rekrutmen dan perencanaan aksi. Ancaman ini bersifat asimetris dan adaptif, menuntut respons yang tidak hanya reaktif tetapi juga proaktif.

Menyadari kompleksitas ini, Indonesia menerapkan strategi pencegahan terorisme yang komprehensif, mengintegrasikan pendekatan "hard power" dan "soft power". Melalui penegakan hukum yang tegas oleh Densus 88, dukungan intelijen dari BIN, serta kesiapsiagaan TNI, negara memastikan kapasitas untuk mendeteksi, mencegah, dan menindak pelaku teror. Bersamaan dengan itu, pendekatan "soft power" berfokus pada kontra-radikalisasi dan deradikalisasi yang dijalankan oleh BNPT, melibatkan edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta narasi alternatif untuk membendung penyebaran paham kekerasan.

Upaya pencegahan juga diperkuat melalui sinergi lintas sektor, melibatkan kementerian/lembaga terkait, tokoh agama, akademisi, dan masyarakat sipil. Pentingnya literasi digital untuk menangkal propaganda daring, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan dan toleransi, menjadi fondasi utama dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ideologi ekstrem.

Perjuangan melawan terorisme adalah maraton tanpa henti yang membutuhkan komitmen berkelanjutan dari seluruh elemen bangsa. Dengan kewaspadaan kolektif, sinergi yang kuat, dan pemahaman mendalam terhadap akar masalah, Indonesia dapat terus mengukuhkan benteng pertahanan nasionalnya demi menjaga kedamaian dan keutuhan NKRI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *