Paru-Paru Bumi Sekarat: Urgensi Mengatasi Deforestasi dan Membenahi Pengelolaan Hutan
Hutan adalah jantung bumi, penopang kehidupan yang tak ternilai. Namun, keberadaannya kini terancam serius oleh dua isu krusial: laju deforestasi yang mengkhawatirkan dan buruknya tata kelola hutan.
Akar Masalah:
Deforestasi, atau penggundulan hutan, didorong oleh berbagai faktor kompleks. Ekspansi lahan untuk perkebunan (terutama kelapa sawit), pertambangan, pembangunan infrastruktur, hingga pembalakan liar menjadi penyebab utama. Di sisi lain, isu pengelolaan hutan tak kalah pelik. Lemahnya penegakan hukum, konflik tata ruang, minimnya partisipasi masyarakat adat dan lokal, serta tumpang tindih kebijakan seringkali menjadi hambatan utama dalam mewujudkan hutan yang lestari.
Dampak Fatal:
Konsekuensinya fatal: hilangnya keanekaragaman hayati yang tak tergantikan, percepatan perubahan iklim akibat emisi karbon, serta meningkatnya risiko bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang merugikan masyarakat dan ekonomi.
Jalan Menuju Solusi:
Untuk keluar dari krisis ini, diperlukan langkah konkret dan terpadu. Penguatan penegakan hukum terhadap pelaku deforestasi adalah mutlak. Diiringi dengan penerapan praktik pengelolaan hutan lestari yang melibatkan aktif masyarakat adat dan lokal sebagai penjaga hutan. Revitalisasi program restorasi hutan yang rusak dan peninjauan kembali kebijakan yang tumpang tindih juga menjadi kunci.
Masa depan hutan kita, dan pada akhirnya masa depan bumi, bergantung pada keseriusan kita hari ini. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat untuk memastikan paru-paru bumi kita kembali sehat dan lestari.
