Pancasila Abadi: Strategi Pemerintah Menguatkan Jati Diri Bangsa
Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan jiwa dan jati diri bangsa Indonesia. Di tengah arus globalisasi dan tantangan ideologi, pemerintah memegang peranan krusial dalam memastikan nilai-nilai luhur Pancasila tetap teguh dan relevan. Berbagai kebijakan telah dirumuskan untuk menguatkan pemahaman dan pengamalan Pancasila di setiap lapisan masyarakat.
Salah satu pilar utama adalah jalur pendidikan. Pemerintah secara konsisten mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum pendidikan, mulai dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) bukan hanya tentang hafalan, melainkan pembentukan karakter yang berlandaskan gotong royong, toleransi, musyawarah, dan keadilan sosial.
Selain itu, pembentukan lembaga khusus seperti Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menjadi bukti komitmen serius. BPIP bertugas merumuskan arah kebijakan, melaksanakan sosialisasi, serta mengoordinasikan upaya pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh. Ini mencakup pelatihan bagi aparatur sipil negara, tokoh masyarakat, hingga program-program yang menyasar generasi muda.
Pemerintah juga aktif melakukan sosialisasi dan kampanye publik melalui berbagai media. Pemanfaatan platform digital menjadi kunci untuk melawan disinformasi, radikalisme, dan intoleransi yang mengancam persatuan. Melalui konten-konten edukatif dan inspiratif, nilai-nilai Pancasila disebarkan agar mudah dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan pemerintah bersifat holistik, tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik. Penguatan nilai Pancasila adalah investasi jangka panjang untuk menjaga keutuhan bangsa, memastikan keadilan, dan mendorong kemajuan yang beradab. Ini adalah upaya kontinu yang membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa.


